tersulut birahi manusia-manusia kalap
di Cikeusik kala itu ...
Bukankah agama pembuka tirai kemaslahatan?... Harmoni perbedaan tak lagi nyaring, justru gaduh tatkala terompet keagamaan tersumbat bercak-barcak noda hitam dan tumpulnya hati nurani.
Hati hanya bertanya-tanya
Tanpa dupa juga rupa tiada....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar